Jika kita biasa mendengarkan siswa ditangkap gurunya karena meniru ketika ujian. Berbagai cara digunakan demi mendapatkan nilai tinggi dengan cara yang mudah, diantaranya 'menyelundupkan' kertas jawaban, bertukar bahasa isyarat dengan teman selain cara tradisional yaitu 'mengintip' jawaban teman diam-diam. Tapi apa yang dilakukan siswa dalam ujian masuk ke Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi Universitas Rangsit ini tidak hanya lain dari yang lain, bahkan bisa dikategorikan sebagai "taktik kotor yang bijak".
Tiga perangkat diperlukan untuk melaksanakan rencana mereka; kaca mata, jam pintar dan kamera nirkabel. Semua perangkat itu dipasok oleh sebuah perusahaan bantuan pengajaran (tutoring company ).
Apa yang dilakukan adalah membawa masuk tiga proxy ke dalam ruang ujian. Proxy-proxy itu mengenakan sejenis kaca mata yang dilengkapi dengan kamera kecil tanpa kabel (wireless camera) yang memancarkan pertanyaan-pertanyaan dalam kertas ujian ke markas perusahaan bersangkutan. Staf di perusahaan kemudian akan mengirimkan jawaban kepada siswa terlibat melalui sejenis jam pintar.
Gambar -gambar perangkat itu upload oleh rektor universitas bersangkutan, Arthit Ourairat.
Laporan beberapa portal menyebut siswa membayar sekitar 50.000 Baht (Rp 5,700) kepada perusahaan tersebut untuk 'layanan' itu. Akibatnya tes masuk pada 7 dan 8 Mei itu ditunda ke 31 Mei dan 1 Juni.
Di Thailand, masuk ke Fakultas Kedokteran adalah pilihan yang tertinggi karena banyak anak muda ingin merebut peluang membuka lembaga medis sendiri. Tampaknya ada sejumlah siswa kini tidak ragu untuk menggunakan sepenuhnya kecanggihan teknologi, biarpun untuk tujuan yang tidak baik. Bagaimana dengan Anda? Apakah cara "kreatif" yang Anda pernah gunakan untuk meniru di dalam ujian?
Artikel terjemahan dari :
http://www.astroawani.com/gaya-hidup/cara-genius-pelajar-thailand-meniru-dalam-peperiksaan-105065
Artikel terjemahan dari :
http://www.astroawani.com/gaya-hidup/cara-genius-pelajar-thailand-meniru-dalam-peperiksaan-105065












